Rabu, 24 Juli 2013

Dia Kira, Dia Siapa?!..

dia pikir dia itu siapa
datang dan pergi tanpa diminta
berkelakuan seenak suka
semenamena permainkan rasa
mentang-mentang buat hatiku dia raja
bisabisanya dia perlente bergaya !

hu_uh dia kira dia siapa
sukanya mengulang salah saja
minta maaf berjutajuta
yakin sekali aku percaya
segala sesal dan keterbatasannya

duuuh..dia itu siapa ?!
tau betul aku seperti apa
mudah jatuh iba tak kuat marah lama
apalagi pada yang tercinta
susahnya...
susahnya !


Dak, 12.12

Tiupan Rindu


tertegun aku
saat angin menerpa
bisiki namamu ditelinga

duhai
kau kah yang mengirim badai
kerinduan ini..?!

lalu kutiup balik sang angin 
seraya berbisik
" kanda, akupun sama merindu "


ah, sampaikah ketelingamu..?!

 

Dak, 7.13

Nyala Cinta


sejak kau nyalakan cinta dihati
hangatnya begitu kusukai
maka kuberitahu kau duhai
nyala cintamu tak kan pernah kubiarkan padam
pun meski ditiup prahara rasa yang membadai
tak kan padam...
tak kan pernah kubiarkan padam!

 

Dak, 7.13

Kelindan Rindu


saat bayanganmu melintas saat namamu tak kuasa tersebut
pun saat wajahmu menyamar samar diseluas tatap
aku tahu
aku merindu…

…dan kuhitung degup yang menari
rancak acak diseluas hati
yang terus saja gemakan hasratku padamu
getar pendarkan rasa asaku

duhh tuan
menyiksaku dengan gemuruh abstraknya rasa
apa itu yang selalu kau mau..?!

pun begitu
tetap saja ini rindu
berkelindan hanya untukmu


Dak,  7.13

Jiwa Rindu


dan aku
memberi jiwa pada rindu
menghitung tiap debar yang melagu
pun warnai harap cemas yang meng_ungu

tuan,
terbacakah resahku..?!

 
Dak, 7.13

Katakan Cinta

tuan
dengar bisik suara hati
rasakan resapi
lalu katakan cinta
karena
aku butuh kepastian rasa
tuk menguntai permulaan kisah kita


Dak, 7.13

SEgudang Rindu


Duhh tuan,
mana boleh begitu
penuhi pikirku dengan ragu
warnai hariku dengan abu-abu
tinggalkan aku dengan segudang rindu...


Dak, 0512

Surat Rindu

meski tak kan terbalas
tetap

kutulis lagi selembar surat
kularung dilautan harap
semoga ombak melayarkannya
ke dermaga kehatimu
hingga
buih-buih rindu ini terbaca
olehmu...

dan tuan, itu cukup buat ku !


Dak, 0512

Bersamamu..

inginku bersamamu
jelajahi liku

layari rindu
panjati tinggi tebing qalbu
bersamamu
sampai ujung waktu


Dak, 06.12

Cemburu Buta

: tuan,
diammu gigilkan hatiku
pun panas tatapmu membakar jantungku

sayang...
hilangkan prasangka
tolong, jangan menerka-nerka salah
hanya membuat jalan kian terbelah
dan kita terpisah
dipecah cemburu buta

duhh....


Dak, 08.12

Purnama Sempurna

ada keindahan di atas sana
begitu memikat mata
pendar cahaya yang memasung jiwa
lembut manjakan rasa
ciptakan sejuta angan asa

pun ku lihat wajahmu
di sempurna purnama
timbul tenggelam permainkan rasa
senyum nakalmu hilangkan gundah
dan kerinduan ini terpenuhi sudah

malam,
ijinkan ku cumbu rembulan
sampai mentari pagi datang menjelang
jemput langkahku gapai impian
tentang seseorang
yang selalu kunanti dalam rindu dendam


Dak, 06.10

Rindumu

kasih,
bukan aku tak ingin kau rindu
tapi tolong jangan terlalu
karena sungguh aku tak mau
bulu mataku rontok sehari satu
selalu..!

kuatirku
lamalama botak bulu mataku
kau juga yang nanti ikut malu


Dak, 07.10
^__* iseng.com

Lengkung Senyummu

sabit sunggingkan senyummu
pendarkan lembut pesonamu
membuatku terpaku haru
nikmati malam meski mendung kelabu

ah,
pasti engkau yang melengkungkan wajah bulan
hingga membentuk lesungmu yang menawan
agar ku bisa ikut tersenyum meski hambar
mendekap kerinduan tak tergambar

bunda
namamu
dan semua tentangmu
abadi di hati
hadirkan rindu tanpa tepi
membuatku ingin bertemu
selalu


Dak, 08.10

Romantis Yang Menghipnotis

purnama tersaput muram mendung
sinarnya jatuh membias redup
sungguh romantis yang menghipnotis
rasaku

aku mematung dalam imaji liar
dari balik selimut gelap awan
senyum genitmu tergambar samar
menggoda

.........
purnama malam ini
lembut munculkan kerinduan abadi
yg tersimpan jauh didasar hati


Dak, 09.10

Bisik Rindu

dan angin manja berbisik
rasaku terusik
pun riak mengombak

ah, ingin rasanya berteriak
agar kau dengar juga simak
rindu inipun membuatku meledak


Dak, 11.10

Gelora Cinta

bergending sepi
imajiku menari
dibumbui ingatan akan mimpi
khayalku semakin meninggi

duhai tuan tambatan hati
begini indah rindu kau warnai
pun lukisan katakatamu terbaca wangi
hingga sunyi syahdu bernyanyi

duhh…
kini imajiku liar menari
menjejak-jejak resah tak bersudah
dendam rindu begitu menggelora

duhai tuan sandaran jiwa
datanglah jangan siksa rasa
kuingin ada dipelukmu segera
tuk lepaskan gelora cinta


Dak, 05.13

Rindu Mendampratmu

kita
ya, kita
sama keras seperti batu
adu argumen denganmu
sama saja malawan diri sendiri
dan berperang denganmu
sama saja menghadapi dua orang
kau dan aku yang menyatu dengan dirimu

pun jika tengkar berlalu
katakata pecah berserak retak
kita punguti dalam canda tawa
menjalinnya jadi kolaborasi cerita
ingatkah?.. betapa suka kau cari perkara
karena katamu
jika diamku lama berlarut
kau rindui pulak dampratanku

........... 
abang
sejak menghilangmu
aku menimbun banyak dendam
mengesumat
dalam kelindan rindu
tuk mendampratmu..!
hehehhe  ^__^


Dak, 05.13
to my bewok gila abang, baikbaik dimanapun berada ya...

Pelangi Dan Mimpi


ada pelangi dihatiku
biaskan indah warnawarni
mejikuhibiniu berdansa mesra dengan imaji
goreskan baitbait kata sakti
penuhi diaryku dengan puisi

pun dimimpi ada kamu
tersenyum dalam ketat jeratku
bisikakan rindu gelikan telinga
naikkan hasrat tuk bertemu nyata
duh, gawatnya…!!

sesemu khayal
pun sebatas impian
kunikmati anugrah rasa ini
semoga tak tersesat di tubir mimpi
hingga besok bisa bangun pagi
dan tersenyum tertawai diri


Dak, 05.13

You're My Never Ending Story

you and me
never ending story
kecuali you mati
dari i punya mimpi

masalahnya...
you ga mati-mati

pun ga mau pergi
dari i punya hati
jadi,

terima dan hadapi
takdir kita ini..
never ending love story



Dak, 04.13

Jangan LamaLama

sayang
engkau tak lagi berkabar
pun tak pula berjejak
tapi tetap kutulis puisi hati ini
tentang rindu yang berkelindan dalam sepi

sungguh aku percaya
entah darimana, kau kan dapat membacanya
entah bagaimana, kau kan bisa menyimaknya
semua rasa yang tertumpah ruah
dalam bait-bait kata yang kurangkai seindah kubisa

sayang
ayolah...
jangan lama-lama kau menghilang


Dak, 4.13